Keistimewaan Bangunan di Delhi Memiliki Histori Tersendiri

Selaku ibukota negara India, Delhi populer dengan bermacam aktivitasnya serta memiliki Keistimewaan Bangunan di Delhi. Tetapi tidak boleh salah.

Antara serangan bangunan-bangunan beton itu, Delhi masih menghargakan bangunan monumental yang berada di sana. Faktanya, kamu dapat mendapati bermacam istana, pusara, benteng, sampai taman yang telah dibuat dari beratus-ratus tahun lalu. Keistimewaan Bangunan di Delhi dengan arsitekturnya tetap terlindungi, bahkan juga jadi salah satunya arah rekreasi.

Keistimewaan Bangunan di Delhi

Bila kamu berpeluang untuk ke kota Delhi, coba berkunjung bangunan-bangunan istimewa ini.

  1. Makam Humayun

Keistimewaan Bangunan di Delhi pertama Humayun ialah kaisar ke-2 Mughal. Kompleks pusaranya yang dibuat di atas tempat selebar 12 hektar berada di Nizamuddin Timur, Delhi, bersisihan dengan benteng Dinapanah (dikenali sebagai Purana Qila) yang dibuat Humayun pada 1533. Pusara Humayun ialah satu diantara bangunan-bangunan kuno Mughal yang dikuasai arsitektur Timurid.

Baca Juga: Kamu Ghost Hunter? Semoga gak Kapok

Dengan mengikutsertakan seorang arsitek Persia, Mirza Ghiyath, bangunan cantik ini mulai dibuat pada 1562 M dan selesai 10 tahun setelah itu. Bangunan pusara khusus, beberapa bangunan yang lebih kecil bersebaran dalam kompleks Pusara Humayun, yang bisa dijumpai mulai pintu masuk khusus di samping barat. Antara bangunan-bangunan itu, ada satu kompleks pusara Isa Khan Niyazi, seorang bangsawan Afghanistan, yang dibuat pada 1547 M.

Kompleks pusara Humayun meliputi pusara khusus Kaisar Humayun yang jadi peristirahatan istri si Kaisar, Hamida Begum dan Dara Shikoh, anak lelaki dari kaisar penerus Humayun, Shah Jahan.

Mahakarya ini ialah satu lompatan dalam arsitektur Mughal. Bersama kompleks pusara itu, dibuat juga taman Charbagh.

Bangunan pusara simpan lebih dari 100 makam. Dibuat dengan beberapa puing batu, susunannya adalah yang pertama memakai batu pasir merah dan marmer putih dengan jumlah yang banyak.

Pusara Humayun dibuat sembilan tahun sesudah kaisar ke-2 Mughal itu meninggal dunia. Usai pada 1572, pembangunannya habiskan dana sejumlah 15 lakh rupee atau seputar 1,5 juta dolar. Dia dibuat di pinggir Sungai Yamuna sebab dekat sama Nizamuddin Dargah (pusara seorang figur Sufi terkenal sekalian ajudan raja-raja Delhi, Nizamuddin Auliya).

  • Friday Mosque

Mushola Jama usai dibuat di tahun 1656 oleh kaisar Moghul Shah Jehan. Bangunan yang dikuasai warna merah bata ini mempunyai dua menara marmer bergaris putih, sedang garis hitam putih memnuhi atap kubah mushola ini. Kubahnya dibikin dengan design Persia yang paling natural serta atap balok dan kurungnya ada sentuhan ciri khas Hindu. Lantai marmer mushola ini mengikuti ornament pada sajadah Islam, dan beberapa rumah paviliun kecil warisan Nabi Muhammad SAW.

  • Red Fort

Monumen atau bangunana eksotis yang lain di Delhi ialah Red Fort, yang mempunyai dinding merah besar dan dikitari oleh paviliun merah dan merah muda. Situasi istimewa dan menawan jika langsung dirasa saat itu juga Anda masuk Red Fort ini. Satu paviliun, dihias dengan amber dan batu giok, tertulis satu ayat oleh perdana mentri Shah Jehan, “Bila ada surga dari muka bumi, surga itu ialah ini!”.

  • Qutab Minar

Menara batu paling besar di India ialah menara tinggi dan besar yang dicatat dengan prasasti Al-Quran dan ada podium seperti sarang burung walet. Dibuat di akhir era keduabelas dan membuntuti puing-puing mushola pertama India, Qutab Minar mempunyai beberapa pola Hindu yang mengagetkan, sebab bahan bangunannya diambil dari satu kuil Hindu yang pernah berdiri di situs itu. Beberapa pelancong dapat melingkari beberapa hektar mushola yang remuk yang lain, menyaksikan bangunan yang lain dihias secara baik dengan kubah Hindu dan kaligrafi Arab.

  • Jantar Mantar

Observatorium era ke-18 ini terbagi dalam beberapa alat astronomi marmer dan batu pasir raksasa, yang berdiri seperti patung-patung kontemporer antara petak-petak bunga dan beberapa pohon palem. Salah satunya dinding mempunyai sela, yang mana matahari akan menerangi ruang itu cuman pada tanggal 21 Maret dan 21 September saja. Jantar Mantar adalah situs monumental yang paling diacuhkan dan bagus yang dapat Anda kunjungi jika tiba ke Delhi.

  • Kuil Teratai

Kuil Teratai, berada di Delhi, India, ialah Mashriqul-Adhkar yang diperuntukkan di bulan Desember 1986. Populer sebab memiliki bentuk yang seperti bunga, bunga ini sudah jadi daya magnet khusus di kota ini. Bangunan ini terbagi dalam 27 “kelopak” kenakan pakaian marmer yang bebas berdiri yang ditata dalam barisan tiga untuk membuat sembilan segi, dengan 9 pintu yang buka ke aula tengah dengan ketinggian sedikit di atas 34,27 mtr. dan memiliki dari 2.500 orang. Menurut Laporan CNN tahun 2001 mengatakan selaku gedung yang terbanyak didatangi di dunia.

  • Swaminarayan Akshardham

Akshardham’ bermakna rumah ilahi dari Tuhan. Itu disanjung selaku tempat dedikasi, kemurnian, dan kenyamanan yang abadi. Swaminarayan Akshardham di New Delhi ialah satu Mandir – rumah Tuhan, rumah beribadah Hindu, dan universitas religius dan budaya yang diperuntukkan untuk dedikasi, evaluasi dan serasi. Pesan religius Hindu yang tidak lekang oleh waktu, adat kebaktian yang aktif, dan arsitektur kuno semua bergema dalam seni dan arsitekturnya. Mandir ialah penghormatan yang rendah hati ke Bhagwan Swaminarayan (1781-1830), beberapa avatar, dewa, dan orang arif Hinduisme. Kompleks berpenampilan tradisionil ini disahkan pada 6 November 2005 dengan restu dari HH Pramukh Swami Maharaj dan lewat usaha dedikasi dari beberapa pengrajin dan relawan yang trampil.

Setiap komponen Akshardham bergema dengan religiusitas – Mandir, Pameran serta Taman. Mandir Akshardham mempunyai lebih dari dua ratus murtis, yang sebagai wakil banyak simpatisan religius sepanjang beberapa ribu tahun. Premis religius Akshardham ialah jika tiap jiwa mempunyai potensi ilahi. Apa kita layani keluarga, negara tetangga kita atau semua makhluk hidup di penjuru dunia, tiap servis bisa menolong seorang bergerak ke arah keilahian. Tiap doa ialah panggilan untuk tingkatkan diri dan merapat ke Tuhan.

Lawatan ke Akshardham ialah pengalaman yang membuat bertambah religius. Bagus di dalam merealisasikan kemampuan doa, rasakan kemampuan tanpa kekerasan. Mengetahui karakter universal dari beberapa prinsip kuno Hindu. Atau cuman dalam kagum pada keelokan rumah Tuhan di Bumi – tiap komponen mempunyai arti religius.

  • Kuil Laxminarayan

Laxminarayan Temple atau disebutkan Birla Mandir adalah kuil beragam warna di India yang dikuasai merah dan putih. Kuil Hindu ini sudah ada sejak tahun 1938 dan terbuka untuk semua kelas dan kepercayaan.

Kecuali berwarna, didalamnya ada juga pertunjukan menarik lain yakni air mancur, air terjun, dan beberapa kuil kecil untuk dewa dan dewi seperti Wisnu dan Laksmi.

Tempat keramat yang berada di New Delhi ini membuka tiap hari terkecuali Senin. Jika ingin mendapatkan pengalaman lebih hebat, coba singgah waktu perayaan ulang tahun Dewa Krisna di bulan Agustus atau Diwali pada bulan Oktober. Kuil ini akan dipercantik waktu berjalannya ke-2 acara besar itu.

  • Agrasen ki baol

Sumur ini adalah salah satunya warisan arsitektur termegah dari masa lampau. Sumur ini terdiri dari 3 tingkat dan 103 anak tangga yang memungkinkannya pengunjung untuk turun ke bawah. Tiap tingkat dilapis dengan relung meliuk di ke-2 seginya. Sumurnya sendiri mempunyai kedalaman 60 mtr.. Tetapi sekarang ini debet airnya telah menyusut jauh.

Disaksikan dari style arsitekturnya, kemungkinan Agrasen Ki Baoli dibuat pada periode Tughlaq. Tetapi masyarakat India yakin jika sumur ini dibikin pada periode pemerintah Maharaja Agrasen. Walau tidak ada bukti nyata, legenda yang berkembang dalam masyarakat mengatakan jika Agrasen Ki Baoli dibuat atas perintah Maharaja Agrasen yang legendaris.

Agrasen adalah seorang raja yang kehadirannya cuman terdaftar dalam legenda. Ia dipuja-puja selaku perwujudan dewa seperti Krishna. Menurut narasi, si raja hidup di kota kuno Agroha, Haryana pada periode Mahabharata.

Sumur dengan bangunan istimewa ini ucapnya punyai kuasa untuk merayu manusia masuk ke dalam. Beberapa pengunjung mengakui dituruti bayang-bayang gelap yang seakan bersembunyi antara pilar-pilar baoli.

Menurut legenda yang tersebar, dahulunya sumur ini disanggupi air warna hitam pekat yang misteri. Tetapi tidak ada bukti nyata yang memberikan dukungan narasi ini. Sekarang ini sumur Agrasen Ki Baoli hampir kering. Airnya juga tidak warna hitam.

Walau banyak narasi mengenai masyarakat yang bunuh diri dengan melonjak ke dalam Agrasen Ki Baoli. Cuman ada satu kasus bunuh diri yang terdaftar pada sebuah dekade paling akhir. Kejadian itu berlangsung di tahun 2007.

Itu bangunan istimewa yang berada di Delhi India. Ada bangunan memiliki nuansa hindu dan Islam yang tetap terlindungi memperlihatkan jika dahulu warga di situ dapat hidup berdampingan dengan nyaman. Apa lagi pada periode kekaisaran Mughal yang dipegang oleh Jalaludin Besar.

Bila nantinya kamu pengin jalanan ke India, luangkan diri kamu untuk berkunjung bangunan-bangunan barusan.

Ternyata, Tunisia ini pernah Dijadikan Tempat Shooting StarWars

Tunisia ialah negara yang terletak paling utara di benua Afrika pernah menjadi tempat melakukan shooting dalam film StarWars.

Negara ini mempunyai banyak tempat rekreasi bagus yang sayang untuk dilewati di Tunisia Shooting StarWars seperti gurun, pantai berpasir, aturan rumah warga yang unik, puing-puing kuno bangsa Romawi, perdesaan, dan ada banyak kembali yang lain.

Tunisia Dijadikan Tempat Shooting StarWars

Supaya lebih terang, berikut ini telah ada referensi beberapa tempat rekreasi di Tunisia Shooting StarWars yang perlu ditelusuri. Baca ya.

  • Grand Erg Oriental

Grand Erg Oriental ialah bukit pasir yang sepintas memiliki bentuk seperti ombak besar dan selalu beralih-alih. Untuk pelancong, ini ialah taman bermain penjelajahan terhebat.

Baca Juga: Kota Indonesia Akan Menempati List ini

Aktivitas hebat yang dapat dilaksanakan ialah naik kereta pasir, mengikut track unta, atau sebatas duduk rileks di atas gunung pasir raksasa sambil melihat matahari terbenam di atas gurun Sahara.

  • Bulla Regia

Bulla Regia yang berada di dekat Tabarka adalah situs monumental sangat menarik di Tunisia. Bangunan Bulla Regia terurus secara baik.  Di bawah tanah diketemukan banyak rumah yang dahulu dipakai oleh warga bangsa Romawi untuk berlindung dari cuaca panas yang ekstrim. Mereka yang suka dengan riwayat benar-benar dianjurkan untuk berkunjung tempat ini.

  • Sidi Bou Said

Sidi Bou Said adalah dusun kecil yang berada di pucuk tebing. Tempat ini benar-benar instagramable. Tiap rumah bercat putih dengan jendela dan pintu warna biru.

Sidi Bou Said ialah tempat terhebat untuk santai atau menganakemaskan diri. Bila jemu, pelancong bisa jalan-jalan telusuri tiap kios yang jual bermacam jenis barang kerajinan lokal.

  • Carthage

Seperti namanya, kota pesisir ini pernah jadi basis Kekaisaran Carthaginian. Pasca-Perang Punic, pucuk kekuasaan kota beralih ke Romawi. Dua imperium berikut yang selanjutnya mewariskan banyak situs monumental. Menyisih beberapa km dari Carthage, kita dapat mendapati Sidi Bou Said, dusun yang disanggupi bangunan warna biru dan putih sampai seperti dusun di Yunani

Dahulu Carthage adalah kota pelaut di Fenisia. Tempat rekreasi ini harus didatangi oleh pelancong yang pengin mengenali riwayat kuno Afrika Utara. Meskipun keadaan bangunannya sedikit remuk, tetapi Carthage sudah ditempatkan dalam perincian Situs Peninggalan Dunia UNESCO yang perlu dilestarikan.

Di seputar Carthage ada beberapa vila eksklusif dan taman yang disanggupi bunga kembang sepatu dan bugenvil ungu.

  • Djerba

Pulau Djerba ialah tempat liburan paling prima di Tunisia. Ada pantai, area kota tua dengan bangunan bercat putih, dan pusat belanja yang tawarkan bermacam jenis beberapa barang kerajinan.

Umat Yahudi adalah sisi integral dalam peradaban Tunisia, sebuah negara yang 99 % masyarakatnya berpedoman Islam. Sebagian besar masyarakat Yahudi tinggal di Djerba, pulau cantik yang ditempati bangunan monumental Sinagoge El Ghriba.

Situs berikut yang wajar diziarahi oleh umat Yahudi dari bermacam negara. Djerba, pulau paling besar di Afrika Utara, adalah tujuan berlibur yang terkenal. Bandaranya layani penerbangan dari beberapa kota besar di Eropa seperti Paris, Brussels, dan Munich. Pulau ini mempunyai pemandangan matahari tenggelam yang terhebat di Tunisia.

Disamping itu, Pasir pantai yang menghampar luas dengan pohon kurma yang tumbuh berjejer jadi daya magnet tertentu untuk pelancong.

  • El Djem Amphitheater

Selaku warisan bangsa Romawi, El Djem Amphitheater masih terurus sampai saat ini. Arsitektur bangunannya bahkan juga dianggap selaku amfiteater terhebat di dunia. Masuk teritori El Djem Amphitheater, pelancong bisa telusuri koridor di bawah ajang atau naik ke tingkat atas untuk duduk sambil kagum pada keelokan bangunannya.

  • Sousse Medina

Sousse Medina adalah area kota tua yang cantik di Tunisia. Beberapa rumah warga di sini sebagian besar bercat putih. Untuk beberapa pelancong, Sousse Medina ialah surga berbelanja. Ada beragam macam kios yang jual keramik, kerajinan kulit, kerajinan logam dan kue-kue ciri khas yang sedap.

  • Al Hammamat

Al Hammamat yang juga dikenal bernama Hammamet sebuah kota yang berada di timur Tunisia. Bangunan-bangunan warna putih dan laut biru cerahnya makin menambahkan elok kota ini. Ditambah lagi pantai di Al Hammamat mempunyai pasir halus warna putih yang menghampar luas terlihat demikian menarik.

  • Dougga

Dougga adalah salah satunya situs penting warisan bangsa Romawi di Afrika Utara. Kondisi bangunannya masih terurus secara baik sampai sekarang ini. Dougga bisa dilakukan diperjalanan satu hari dari ibukota Tunisia.

Di seputar Dougga ada beberapa kuil yang pilarnya tetap berdiri tegak, teater Romawi, sisa-sisa puing-puing zaman Romawi, dan kompleks pemandian.

  • Chott el Djerid

Chott el Djerid adalah danau garam memiliki ukuran besar yang terletak berada di gurun Sahara dibagian Tunisia dengan luas permukaan capai lebih dari 2.700 mil persegi. Di ujung Chott el Djerid ada lokasi yang khusus dipakai untuk menanam pohon kurma.

Beberapa orang Indonesia menduga cuman beberapa negara di Jazirah Arab yang mempunyai padang pasir, walau sebenarnya Tunisia mempunyai padang pasir yang pernah jadi posisi shooting Star Wars.

Saat musim panas datang, air dalam danau akan jadi kering. Tetapi, pada musim itu panorama matahari keluar semakin lebih cantik berulang-kali lipat. Juga pada di waktu malam hari. Panorama di atas langit demikian mengagumkan dengan bulan dan bintang yang berkilau.

  • Sbeitla

Di masa lampau, Sbeitla, terkadang disebutkan Sufetula, adalah sentral pemroduksi minyak zaitun. Kemakmuran kota di tengah-tengah Tunisia ini tecermin dari bermacam susunannya yang eksklusif, seperti kolam pemandian, teater, alun-alun yang istimewa, dan gapura-gapura besar. Sbeitla mempunyai tempat penting dalam riwayat Islam. Waktu terkuasai Kekaisaran Byzantine, kota ini jadi posisi perang besar menantang pasukan dari Semenanjung Arab. Selesai perang, Islam mulai menebar di Afrika Utara sampai teritori selatan Eropa.

  • Kairouan

Kairouan jadi tempat kekhalifahan Islam di Tunisia capai periode keemasannya. Kota yang dibangun pada 670 ini pernah jadi pusat study agama yang menarik banyak intelektual dari banyak imperium lain. Pada era kesembilan, di bawah Dinasti Aghlabid, Kairouan semakin berkilau, khususnya di bagian arsitektur. Beberapa masjid di sini dibuat demikian eksklusif dan istimewa, diantaranya bahkan juga disanjung UNESCO selaku sebuah mahakarya arsitektur. Banyak kaum muslim dari bermacam negara bertandang ke Masjid Agung Kairouan, salah satunya masjid paling tua di bumi ini.

  • Mahdia

Pada era kesepuluh, Mahdia pernah jadi pusat politik Dinasti Fatimid, kekhalifahan yang kuasai banyak teritori di Afrika Utara. Waktu itu, politikus paling kuatnya membuat benteng yang diperlengkapi gerbang namanya Skifa el Kahla (Gerbang Hitam). Dinasti Fatimid membuat kota kecil Zouila sebagai tempat berkumpulnya golongan cendekiawan dan seniman. Saat ini, Zouila adalah kota dermaga sekalian tujuan rekreasi riwayat dan arsitektur. Mahdia populer selaku pemroduksi tenun sutra dan kerajinan emas berupa tangan Fatima dengan detil yang memikat.

  • Tunis

Tunis ialah tujuan yang paling merepresentasikan Tunisia. Lewat museum, pasar rakyat, teater terbuka, cafe, Tunis meringkas riwayat dan warisan leluhur Tunisia. Untuk mengawali eksplorasi, Mourad mereferensikan Bardo Museum, di mana kita dapat menyaksikan mosaik-mosaik original dari jaman kekuasaan Romawi dan Carthaginian. Koleksi mosaik yang pernah dibawa ke sebuah pameran di Los Angeles itu dibuat dari marmer, tanah liat, dan kaca. Dari Bardo Museum yang disanggupi mosaik, Mourad merekomendasikan wisatawan ke Medina, teritori kota tua. Medina, anggota Situs Peninggalan Dunia, memayungi seputar 700 monumen, dimulai dari rumah sampai masjid, yang disambungkan oleh jalanan sempit. Model rumah di sini masih terawat sepanjang beberapa ratus tahun, tetapi perannya beberapa sudah berpindah jadi toko cenderamata dan kriya. Banyak rumah juga jadi perpustakaan dan museum, diantaranya rumah punya Dar Ben Abdallah yang sudah disihir jadi museum sekalian pertunjukan wisatawan karena keelokan interior dan eksteriornya.

Nah, itu tempat rekreasi di Tunisia yang memikat untuk didatangi. Bila mempunyai peluang ke situ, kurang lebih tempat rekreasi yang mana pengin kamu kunjungi pertama kalinya?