Tunisia Dijadikan Tempat Shooting StarWars

Ternyata, Tunisia ini pernah Dijadikan Tempat Shooting StarWars

Tunisia ialah negara yang terletak paling utara di benua Afrika pernah menjadi tempat melakukan shooting dalam film StarWars.

Negara ini mempunyai banyak tempat rekreasi bagus yang sayang untuk dilewati di Tunisia Shooting StarWars seperti gurun, pantai berpasir, aturan rumah warga yang unik, puing-puing kuno bangsa Romawi, perdesaan, dan ada banyak kembali yang lain.

Tunisia Dijadikan Tempat Shooting StarWars

Supaya lebih terang, berikut ini telah ada referensi beberapa tempat rekreasi di Tunisia Shooting StarWars yang perlu ditelusuri. Baca ya.

  • Grand Erg Oriental

Grand Erg Oriental ialah bukit pasir yang sepintas memiliki bentuk seperti ombak besar dan selalu beralih-alih. Untuk pelancong, ini ialah taman bermain penjelajahan terhebat.

Baca Juga: Kota Indonesia Akan Menempati List ini

Aktivitas hebat yang dapat dilaksanakan ialah naik kereta pasir, mengikut track unta, atau sebatas duduk rileks di atas gunung pasir raksasa sambil melihat matahari terbenam di atas gurun Sahara.

  • Bulla Regia

Bulla Regia yang berada di dekat Tabarka adalah situs monumental sangat menarik di Tunisia. Bangunan Bulla Regia terurus secara baik.  Di bawah tanah diketemukan banyak rumah yang dahulu dipakai oleh warga bangsa Romawi untuk berlindung dari cuaca panas yang ekstrim. Mereka yang suka dengan riwayat benar-benar dianjurkan untuk berkunjung tempat ini.

  • Sidi Bou Said

Sidi Bou Said adalah dusun kecil yang berada di pucuk tebing. Tempat ini benar-benar instagramable. Tiap rumah bercat putih dengan jendela dan pintu warna biru.

Sidi Bou Said ialah tempat terhebat untuk santai atau menganakemaskan diri. Bila jemu, pelancong bisa jalan-jalan telusuri tiap kios yang jual bermacam jenis barang kerajinan lokal.

  • Carthage

Seperti namanya, kota pesisir ini pernah jadi basis Kekaisaran Carthaginian. Pasca-Perang Punic, pucuk kekuasaan kota beralih ke Romawi. Dua imperium berikut yang selanjutnya mewariskan banyak situs monumental. Menyisih beberapa km dari Carthage, kita dapat mendapati Sidi Bou Said, dusun yang disanggupi bangunan warna biru dan putih sampai seperti dusun di Yunani

Dahulu Carthage adalah kota pelaut di Fenisia. Tempat rekreasi ini harus didatangi oleh pelancong yang pengin mengenali riwayat kuno Afrika Utara. Meskipun keadaan bangunannya sedikit remuk, tetapi Carthage sudah ditempatkan dalam perincian Situs Peninggalan Dunia UNESCO yang perlu dilestarikan.

Di seputar Carthage ada beberapa vila eksklusif dan taman yang disanggupi bunga kembang sepatu dan bugenvil ungu.

  • Djerba

Pulau Djerba ialah tempat liburan paling prima di Tunisia. Ada pantai, area kota tua dengan bangunan bercat putih, dan pusat belanja yang tawarkan bermacam jenis beberapa barang kerajinan.

Umat Yahudi adalah sisi integral dalam peradaban Tunisia, sebuah negara yang 99 % masyarakatnya berpedoman Islam. Sebagian besar masyarakat Yahudi tinggal di Djerba, pulau cantik yang ditempati bangunan monumental Sinagoge El Ghriba.

Situs berikut yang wajar diziarahi oleh umat Yahudi dari bermacam negara. Djerba, pulau paling besar di Afrika Utara, adalah tujuan berlibur yang terkenal. Bandaranya layani penerbangan dari beberapa kota besar di Eropa seperti Paris, Brussels, dan Munich. Pulau ini mempunyai pemandangan matahari tenggelam yang terhebat di Tunisia.

Disamping itu, Pasir pantai yang menghampar luas dengan pohon kurma yang tumbuh berjejer jadi daya magnet tertentu untuk pelancong.

  • El Djem Amphitheater

Selaku warisan bangsa Romawi, El Djem Amphitheater masih terurus sampai saat ini. Arsitektur bangunannya bahkan juga dianggap selaku amfiteater terhebat di dunia. Masuk teritori El Djem Amphitheater, pelancong bisa telusuri koridor di bawah ajang atau naik ke tingkat atas untuk duduk sambil kagum pada keelokan bangunannya.

  • Sousse Medina

Sousse Medina adalah area kota tua yang cantik di Tunisia. Beberapa rumah warga di sini sebagian besar bercat putih. Untuk beberapa pelancong, Sousse Medina ialah surga berbelanja. Ada beragam macam kios yang jual keramik, kerajinan kulit, kerajinan logam dan kue-kue ciri khas yang sedap.

  • Al Hammamat

Al Hammamat yang juga dikenal bernama Hammamet sebuah kota yang berada di timur Tunisia. Bangunan-bangunan warna putih dan laut biru cerahnya makin menambahkan elok kota ini. Ditambah lagi pantai di Al Hammamat mempunyai pasir halus warna putih yang menghampar luas terlihat demikian menarik.

  • Dougga

Dougga adalah salah satunya situs penting warisan bangsa Romawi di Afrika Utara. Kondisi bangunannya masih terurus secara baik sampai sekarang ini. Dougga bisa dilakukan diperjalanan satu hari dari ibukota Tunisia.

Di seputar Dougga ada beberapa kuil yang pilarnya tetap berdiri tegak, teater Romawi, sisa-sisa puing-puing zaman Romawi, dan kompleks pemandian.

  • Chott el Djerid

Chott el Djerid adalah danau garam memiliki ukuran besar yang terletak berada di gurun Sahara dibagian Tunisia dengan luas permukaan capai lebih dari 2.700 mil persegi. Di ujung Chott el Djerid ada lokasi yang khusus dipakai untuk menanam pohon kurma.

Beberapa orang Indonesia menduga cuman beberapa negara di Jazirah Arab yang mempunyai padang pasir, walau sebenarnya Tunisia mempunyai padang pasir yang pernah jadi posisi shooting Star Wars.

Saat musim panas datang, air dalam danau akan jadi kering. Tetapi, pada musim itu panorama matahari keluar semakin lebih cantik berulang-kali lipat. Juga pada di waktu malam hari. Panorama di atas langit demikian mengagumkan dengan bulan dan bintang yang berkilau.

  • Sbeitla

Di masa lampau, Sbeitla, terkadang disebutkan Sufetula, adalah sentral pemroduksi minyak zaitun. Kemakmuran kota di tengah-tengah Tunisia ini tecermin dari bermacam susunannya yang eksklusif, seperti kolam pemandian, teater, alun-alun yang istimewa, dan gapura-gapura besar. Sbeitla mempunyai tempat penting dalam riwayat Islam. Waktu terkuasai Kekaisaran Byzantine, kota ini jadi posisi perang besar menantang pasukan dari Semenanjung Arab. Selesai perang, Islam mulai menebar di Afrika Utara sampai teritori selatan Eropa.

  • Kairouan

Kairouan jadi tempat kekhalifahan Islam di Tunisia capai periode keemasannya. Kota yang dibangun pada 670 ini pernah jadi pusat study agama yang menarik banyak intelektual dari banyak imperium lain. Pada era kesembilan, di bawah Dinasti Aghlabid, Kairouan semakin berkilau, khususnya di bagian arsitektur. Beberapa masjid di sini dibuat demikian eksklusif dan istimewa, diantaranya bahkan juga disanjung UNESCO selaku sebuah mahakarya arsitektur. Banyak kaum muslim dari bermacam negara bertandang ke Masjid Agung Kairouan, salah satunya masjid paling tua di bumi ini.

  • Mahdia

Pada era kesepuluh, Mahdia pernah jadi pusat politik Dinasti Fatimid, kekhalifahan yang kuasai banyak teritori di Afrika Utara. Waktu itu, politikus paling kuatnya membuat benteng yang diperlengkapi gerbang namanya Skifa el Kahla (Gerbang Hitam). Dinasti Fatimid membuat kota kecil Zouila sebagai tempat berkumpulnya golongan cendekiawan dan seniman. Saat ini, Zouila adalah kota dermaga sekalian tujuan rekreasi riwayat dan arsitektur. Mahdia populer selaku pemroduksi tenun sutra dan kerajinan emas berupa tangan Fatima dengan detil yang memikat.

  • Tunis

Tunis ialah tujuan yang paling merepresentasikan Tunisia. Lewat museum, pasar rakyat, teater terbuka, cafe, Tunis meringkas riwayat dan warisan leluhur Tunisia. Untuk mengawali eksplorasi, Mourad mereferensikan Bardo Museum, di mana kita dapat menyaksikan mosaik-mosaik original dari jaman kekuasaan Romawi dan Carthaginian. Koleksi mosaik yang pernah dibawa ke sebuah pameran di Los Angeles itu dibuat dari marmer, tanah liat, dan kaca. Dari Bardo Museum yang disanggupi mosaik, Mourad merekomendasikan wisatawan ke Medina, teritori kota tua. Medina, anggota Situs Peninggalan Dunia, memayungi seputar 700 monumen, dimulai dari rumah sampai masjid, yang disambungkan oleh jalanan sempit. Model rumah di sini masih terawat sepanjang beberapa ratus tahun, tetapi perannya beberapa sudah berpindah jadi toko cenderamata dan kriya. Banyak rumah juga jadi perpustakaan dan museum, diantaranya rumah punya Dar Ben Abdallah yang sudah disihir jadi museum sekalian pertunjukan wisatawan karena keelokan interior dan eksteriornya.

Nah, itu tempat rekreasi di Tunisia yang memikat untuk didatangi. Bila mempunyai peluang ke situ, kurang lebih tempat rekreasi yang mana pengin kamu kunjungi pertama kalinya?